Robot, Bantu Singkirkan Tumor dari Kepala Gadis Australia Ini

Kaba Berita, Melbourne – Seorang ahli bedah di Melbourne memanfaatkan robot untuk menyingkirkan tumor dari kepala seorang gadis dalam sebuah operasi yang baru pertama kali dilakukan di Australia.
Robot, Bantu Singkirkan Tumor dari Kepala Gadis Australia Ini
Robot, Bantu Singkirkan Tumor dari Kepala Gadis Australia Ini
Dikutip dari laman AustralianPlus Indonesia, Jumat (16/3/2018), operasi yang sukses tersebut baru-baru ini dilakukan terhadap Freyja Christiansen seorang gadis cilik berusia enam tahun di Rumah Sakit Epworth di Richmond, Melbourne, Australia.
Gadis Canberra ini didiagnosis menderita penyakit sarkoma langka di dekat pangkal tengkoraknya pada Desember 2016, bersamaan dengan tumbuhnya tumor lain di kepala dan lehernya.
Dia menjalani imunoterapi yang membantu mengecilkan tumor, namun keluarganya menginginkan solusi jangka panjang dan mulai mencari di seluruh dunia seseorang yang mau mengoperasinya.
Ahli bedah kepala dan leher Ben Dixon setuju untuk melakukan operasi penyelamatan hidup, yang menggunakan robot yang masuk melalui mulut Freyja untuk melepaskan sel sarkoma parapharyngeal yang langka.
“Freyja memiliki tumor di antara tenggorokannya dan arteri karotidnya di balik palatum di tempat yang sangat rumit, serta sejumlah tumor lain di sekitar daerah kepala dan leher, namun tumor ini adalah jenis tumor yang orang-orang akan sangat khawatir untuk mengoperasinya. ” kata Dr Dixon.
“Ini adalah operasi robot pertama yang dilakukan pada anak-anak di Australia, yang telah dilakukan di tempat lain di negara lain namun hanya beberapa kali untuk tumor ganas dan tidak ada satupun dalam posisi ini.”
Freyja telah menjalani dua operasi dalam dua minggu terakhir untuk menyingkirkan semua tumor dan pulih dengan baik.
“Dia tidak terlalu senang dengan tabung makannya pada hari pertama, jadi kami mencabut tabung itu keesokan harinya, dan dia telah makan dan minum secukupnya sejak hari pertama setelah operasi sehingga dia tidak memerlukan tabung makanan, ” kata Dr Dixon.
“Awalnya kami sangat prihatin tentang kemungkinan pembengkakan di sekitar jalan napasnya dan di sekitar kotak suaranya setelah operasi di tenggorokan, tapi itu tidak menimbulkan masalah.”

Sumber : Riau Redaksi