Cara Lumpuhkan Pria Yang Melecehkanmu Dalam Kurun Waktu 1 menit

Kaba Berita, TipsMaraknya kelakuan dan niat buruk pelaku pelecehan menuntut wanita untuk bisa memberi perlawanan. Tak heran jika kini banyak wanita yang memilih ikut beladiri sebagai bekal antisipasi bila mengalami tindakan pelecehan
Baca Juga : Cara Mengatasi Penuaan Dini Akibat Penggunaan Kosmetik Berlebih

Pelecehan seksual bisa terjadi kepada siapa saja, tak kenal waktu dan tempat. Bahkan, seringkali kejadian pelecehan seksual terhadap wanita kerap sekali terekam kamera di tempat umum, seperti saat menggunakan transportasi massal atau fasilitas publik lainnya.
Baca Juga : Kenapa Pakaian Muslimah 'Bercadar' Identik Dengan Warna Hitam?
Nah, buat kamu yang nggak ikut bela diri dan bingung mau melawan pelaku pelecehan bisa intip beberapa ilustrasi berikut ini. Kamu bisa dengan mudah melumpuhkan pelaku dengan beberapa gerakan simpel dan mudah. Nggak percaya? Yuk intip ilustrasinya dihimpun dari berbagai sumber, Minggu (18/2).
1. Bila pelaku memeluk kamu dari belakang, menunduklah dan cari kaki kanan pelaku. Kemudian, tarik ke depan hingga pelaku terjungkal.
Bila pelaku memeluk kamu dari belakang, menunduklah dan cari kaki kanan pelaku. Kemudian, tarik ke depan hingga pelaku terjungkal.
2. Saat pelaku berusaha memeluk tubuhmu, angkat kaki kanan dan hujamkan ke selangkangan pelaku.
Bila pelaku memeluk kamu dari belakang, menunduklah dan cari kaki kanan pelaku. Kemudian, tarik ke depan hingga pelaku terjungkal.

3. Saat pelaku mendekatimu, dorong wajahnya ke belakang, angkat kaki kirimu dan hunjamkan ke area selangkangan pelaku.
Bila pelaku memeluk kamu dari belakang, menunduklah dan cari kaki kanan pelaku. Kemudian, tarik ke depan hingga pelaku terjungkal.
4. Bila pelaku memepet kamu ke tembok, tinju ulu hatinya, kemudian diteruskan ke bagian wajahnya.
Bila pelaku memeluk kamu dari belakang, menunduklah dan cari kaki kanan pelaku. Kemudian, tarik ke depan hingga pelaku terjungkal.

Kaba Berita, Tips - Maraknya kelakuan dan niat buruk pelaku pelecehan menuntut wanita untuk bisa memberi perlawanan.