Hidrometeorologi-Masih-Mengancam-Jatim,-Warga-Diminta-Siap-Siaga

Hidrometeorologi Masih Mengancam Jatim, Warga Diminta Siap Siaga

Bahaya hidrometeorologi masih mengancam Jatim, beberapa wilayah terpantau siaga harus mempersiapkan segala sesuatu guna mengantisipasi terjadinya bencana. BMKG pusat telah menyatakan sebanyak 9 provinsi, termasuk Jatim yang berpotensi mengalami banjir.

Bukan hanya banjir, bahkan kemungkinan tanah longsor dan berbagai bentuk bencana hidrometeorologi lainnya juga mungkin saja terjadi. BPBD setempat telah siap siaga dan mensosialisasikan kepada seluruh warga agar bersiap serta meminta kerjasama dari aparat.

Imbauan Siaga Bencana dari BPBD Malang

Jumat, 11 November lalu, BPBD Malang kembali mengingatkan seluruh warga agar tidak lengah akan kemungkinan terjadinya berbagai bencana. Prayitno sebagai BPBD Malang mengatakan potensi hujan lebat sampai pohon tumbang bisa terjadi kapan saja di Malang.

Ia menambahkan bahwa cuaca sedang ekstrem sehingga tidak berlebihan apabila dikatakan hidrometeorologi masih mengancam Jatim dalam beberapa waktu ke depan. Prayitno mengimbau warga yang banyak melakukan aktivitas di luar, terutama di jalan untuk hati-hati.

Ia mengatakan bahwa sebisa mungkin saat curah hujan sedang tinggi dan angin besar terjadi bersamaan, hendaknya menghindari tempat-tempat dengan pepohonan tinggi. Upaya ini berguna untuk mengantisipasi agar tidak jatuh korban akibat robohnya pepohonan.

Prayitno menitikberatkan waspada untuk para penduduk di sekitar Daerah Aliran Sungai atau DAS Brantas. Karena curah hujan tidak menentu serta kondisi alam yang perlahan rusak berpotensi membuat air laut meluap dan menggenangi pemukiman warga.

Bukan tanpa alasan jika Prayitno mewanti-wanti semua warga Jatim, khususnya Malang karena hidrometeorologi masih mengancam Jatim. Hal tersebut karena masuknya laporan satu orang meninggal tertimpa pohon tumbang di Jalan Mayjend Sungkono.

BACA JUGA:  Yogyakarta Waspada Hidrometeorologi Imbauan BPBD Harus Dipatuhi

Hujan deras yang melanda Malang selama 2 jam membuat banjir terjadi di beberapa titik. Selain itu, pohon tumbang juga terjadi di beberapa wilayah lain, seperti Kedungkandang sebanyak 4 lokasi dan Bondowoso sebanyak 3 lokasi.

Waspadai Hidrometeorologi Masih Mengancam Jatim dari Prakiraan BMKG Jatim

Sampai hari ini, 16 November 2022, BMKG Jatim masih mengimbau warga untuk selalu waspada karena ancaman hujan lebat masih akan terjadi sampai sepekan ke depan. Taufiq Hermawan sebagai Kepala Stasiun Meteorologi Kelas 1 Juanda menegaskan hal tersebut.

Taufiq berkata bahwa hidrometeorologi masih mengancam Jatim berdasarkan pada pemantauan dinamika atmosfer Jatim yang menunjukkan pola siklonik laut Jawa. Dalam sepekan ke depan, Taufiq menyebutkan beberapa wilayah yang harus bersiap siaga.

Wilayah-wilayah tersebut diantaranya Gresik, Tuban, Lamongan, Mojokerto Kota maupun Kabupaten, Bojonegoro, Surabaya, Nganjuk, Jombang, Sidoarjo. Beberapa wilayah seperti Madiun Kota dan Kabupaten, Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan juga harus waspada.

Masih banyak lagi, Taufiq menyebutkan wilayah Kediri, Blitar Kota dan Kabupaten, Trenggalek, Batu, Tulungagung, Malang Kota dan Kabupaten juga harus bersiaga. Masih ada beberapa wilayah lain, seperti Probolinggo serta Pasuruan Kabupaten dan Kota.

Kemungkinan hidrometeorologi masih mengancam Jatim juga terjadi di beberapa wilayah seperti Jember, Banyuwangi, Lumajang, Pamekasan, Bangkalan, Sumenep, dan Sampang. Semua wilayah yang disebutkan harap waspada dan selalu berhati-hati saat hujan lebat.

Lebih lanjut, Taufiq mengatakan kemungkinan bencana yang terjadi bisa beragam. Mulai dari banjir bandang, hujan es, angin puting beliung, dan angin kencang dapat terjadi kapan saja. Awan-awan cumulonimbus terbentuk di udara berkat fenomena MJO.

Apa itu fenomena MJO? Yakni Madden Julian Oscillation. MJO bukan satu-satunya, bencana juga bisa dipicu oleh suhu perairan Jawa dengan anomali antara +0,5 – +2,5 derajat yang menjadi sebab suplai air banyak di udara dan hidrometeorologi masih mengancam Jatim.

BACA JUGA:  Peringatan Waspada Bencana Banjir BMKG ke Beberapa Provinsi