Perbedaan-Gaya-Hidup-Perkotaan-Dibandingkan-di-Desa

Perbedaan Gaya Hidup Perkotaan Dibandingkan di Desa

Tahukah Anda, jika gaya hidup perkotaan jauh lebih baik dibandingkan di desa? Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor termasuk kualitas hidup saat berada di kota. Area kota, ada banyak kebutuhan yang bisa didapatkan baik dalam bentuk fisik atau non fisik.

Kebutuhan fisik bisa seperti produk makan dan minuman yang mudah ditemukan di pasar. Di sisi lain, kebutuhan non fisik seperti tempat hiburan, rekreasi, pendidikan dan kesehatan juga lebih mudah ditemukan. Perbedaan fasilitas ini jadi poin utama perbedaan kota dan desa.

Tentu ada beberapa faktor yang mendukung desa untuk mengungguli fasilitas di kota. Kedua tempat memiliki tipa dan fasilitasnya masing-masing. Gaya hidup perkotaan lebih mengarah pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan produktivitas yang tinggi.

Sedangkan gaya hidup di desa, lebih ke arah peningkatan produktivitas hasil tanam. Fasilitas digunakan sebagai penunjang kebutuhan masyarakat yang tinggal di dalamnya. Di sini, kota jauh lebih unggul dari desa karena telah disediakan berbagai macam fasilitas.

Beberapa Perbedaan Gaya Hidup Perkotaan dan Pedesaan

Selain dari fasilitas, ada aspek-aspek penting lainnya yang membedakan kota dan desa. Dari data, terdapat lima perbedaan yang menentukan kualitas hidup orang desa dan kota. Berikut penjelasan singkat antara perbedaan kedua gaya hidup tersebut.

  1. Pola Pikir

Masyarakat kota lebih berpikiran terbuka dibandingkan masyarakat di desa. Hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor seperti lingkungan, pendidikan dan sosial. Pola pikir warga kota bisa mengarah pada berbagai macam hal dan terbuka untuk diskusi.

Gaya hidup perkotaan dipengaruhi oleh pola pikir masyarakat karena dampak sosial. Sedangkan pola pikir warga desa lebih mengarah pada kesenjangan sosial. Warga di desa mementingkan kebersamaan dengan memaksimalkan sumber daya yang ada.

  1. Produktivitas

Warga kota jauh lebih produktif dibandingkan warga desa karena perbedaan pekerjaan. Di kota, masyarakat lebih sering bekerja karena memiliki jadwal pekerjaan yang jelas. Hal ini berbeda dengan desa karena pekerjaannya terbilang fleksibel.

BACA JUGA:  Daftar Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu Tahun 2024 !

Gaya hidup pedesaan seperti berkebun dan bercocok tanam bisa dilakukan sesuai periode waktunya. Jika sudah masa tanam, maka petani akan bekerja dan merawat hingga masa panen. Berbeda dengan warga kota yang bekerja sepanjang waktu tanpa henti.

  1. Konsumsi

Untuk masalah konsumsi, tentu warga desa lebih unggul dibandingkan kota. Konsumsi warga desa minim karena hasil kebun, cocok tanam dan ternak dapat dikonsumsi sendiri. Berbeda dengan gaya hidup perkotaan yang boros karena terlalu banyak konsumsi.

Sebagian besar warga kota selalu membeli produk jadi yang dijual di pasar. Mereka tidak bisa memproduksi sendiri sehingga menurunkan kualitas hidup. Jika tidak pintar dalam mengatur keuangan, uang bisa habis karena disediakan fasilitas yang konsumtif.

  1. Hiburan

Gaya hidup seseorang dapat dinilai dari jenis hiburan yang dinikmati. Gaya hidup di kota jauh lebih bagus karena disediakan berbagai macam hiburan. Fasilitas untuk bersenang-senang jauh lebih banyak sehingga kualitas hidup masyarakatnya tinggi.

Untuk desa hiburan sangat jarang ditemukan kecuali ada acara-acara besar. Untuk dapat menikmati tempat rekreasi, warga desa biasanya pergi berkunjung ke kota. Hal inilah yang jadi perbedaan antara gaya hidup di kota dan di desa berdasarkan hiburannya.

  1. Cara Menikmati Hidup

Terakhir ialah cara menikmati hidup antara warga kota dan desa yang jauh berbeda. Kota biasanya lebih sering berkunjung ke tempat rekreasi untuk dapat menikmati hidup. Beda halnya dengan di desa yang cara menikmati hidupnya lebih sederhana.

Warga desa tidak suka membeli barang dan boros uang. Gaya hidup perkotaan biasanya lebih menekankan diri pada pekerjaan dan lingkungan sosial, sehingga perbedaan ini cukup terlihat.