Peringatan-Waspada-Bencana-Banjir-BMKG-ke-Beberapa-Provinsi

Peringatan Waspada Bencana Banjir BMKG ke Beberapa Provinsi

Memasuki musim penghujan, BMKG mengimbau agar seluruh penduduk Indonesia waspada bencana banjir yang bisa datang kapan saja. Hujan dan kemarau adalah hal biasa, namun seiring waktu dengan banyaknya polusi darat maupun udara, curah hujan tidak lagi menentu.

Parahnya, beberapa wilayah terancam banjir bandang dan longsor atau biasa disebut hidrometeorologi. Bahkan ibukota Jakarta sendiri diprediksikan bisa tenggelam jika dalam beberapa tahun ke depan tidak ada perubahan dalam pelestarian lingkungan.

8 Wilayah Terancam Hidrometeorologi

Sejak tanggal 13 November lalu, Badan Meteorologi dan Klimatologi Indonesia telah memberikan imbauan waspada bencana banjir bagi sebanyak 8 wilayah di Indonesia. Wilayah tersebut di antaranya Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu, Jabar, Jateng, Jatim dan Yogya.

Hidrometeorologi sendiri merupakan berbagai jenis bencana alam yang disebabkan curah hujan tinggi. Banjir, banjir bandang, dan tanah longsor adalah beberapa contoh hidrometeorologi yang sering terjadi pada beberapa wilayah Indonesia.

Ketika mengalami curah hujan ekstrem, seperti salah satunya hujan berangin kemudian hujan dengan gumpalan atau kristal es juga disebut hidrometeorologi. Berbagai wilayah, dari Aceh sampai Jawa diminta waspada agar selalu siap siaga menghadapi musim penghujan.

Bandung dan Bandar Lampung menjadi dua wilayah yang harus siap siaga ketika hujan turun. Kedua ibu kota provinsi ini masuk ke dalam delapan wilayah yang harus waspada bencana banjir curah hujan tidak bisa ditanggulangi oleh manusia.

Hujan Petir dan Suhu Terdingin di Beberapa Lokasi

Selain ancaman hidrometeorologi yang mengancam 8 wilayah di atas, beberapa daerah lainnya juga bisa mengalami fenomena tidak menyenangkan. Prediksi BMKG akan terjadi hujan disertai petir pada beberapa wilayah Indonesia, seperti Yogya, Padang, Pangkal Pinang.

BACA JUGA:  Inilah Daftar UMP 2023 di Jawa Bali, Manakah Yang Tertingi?

Bandung tidak akan mengejutkan jika termasuk salah satu kota dengan suhu terendah mengingat kontur wilayahnya pegunungan. Bahkan suhu saat musim hujan di Bandung bisa mencapai 18 derajat celcius. Sementara suhu terpanas saat ini ada di Gorontalo, 33 derajat.

Selain Gorontalo, beberapa wilayah dengan suhu tertinggi di saat bersamaan wajib waspada bencana banjir adalah Mataram, Kendari, Kupang, dan Pontianak. Beberapa wilayah luar Jawa tersebut harus mewaspadai dan melakukan antisipasi sekalipun suhu tidak dingin.

Pemantauan Sirkulasi Siklonik dari BMKG

BMKG Indonesia juga memantau sirkulasi siklonik pada beberapa perairan. Sebut saja Samudera Hindia Barat Lampung, Pesisir Utara Jawa, Perairan Barat Aceh, Selat Makassar, dan Perairan Utara Papua.

Terjadinya sirkulasi siklonik membuat awan yang berpotensi hujan terkumpul pada titik tertentu. Terjadi konvergensi atau perlambatan kecepatan angin yang cukup memanjang dari Laut Andaman ke Pesisir Utara Aceh.

Kemudian juga berlanjut ke Kalimantan Selatan sampai ke Pesisir Utara Jawa. Dari Laut Sulawesi sampai ke Selat Makassar. Waspada bencana banjir jika awan banyak terkumpul dan hujan lebat juga terjadi di Papua sampai ke Arafuru Utara. Terakhir di Perairan Papua.

Awan penyebab hujan dapat terkumpul pada satu lokasi disebabkan oleh konfluensi atau daerah pertemuan angin pada beberapa wilayah. Akhir tahun akan segera datang, namun musim penghujan bisa lebih lama dari semestinya.

Bisa jadi waktunya sudah pas untuk berganti ke musim panas, ternyata alam Indonesia masih belum siap memasuki musim panas. Untuk itu, khususnya bagi beberapa lokasi yang kami sebutkan di atas, para warga diharapkan untuk selalu bersiap siaga kapan saja.

Pemantauan Siklon Tropis 945 dari BMKG

BMKG mengimbau agar warga waspada bencana banjir bukan tanpa alasan, namun berdasarkan hasil pemantauan siklon tropis 945 pada beberapa daerah. Sebut saja Samudera Hindia Barat Daya Bengkulu kecepatan angin naik 25 knot lebih pada bagian Sumbar.

BACA JUGA:  Kebakaran Kantor Kemenkumham Pada Hari Ini: pemicu serta imbas

Akibat dari kenaikan di atas 25 knot tersebut maka potensi hujan sedang sampai lebat bisa terjadi pada Barat Sumatera maupun Selatan Jawa. Ketinggian gelombang laut Samudera Hindia juga salah satunya disebabkan oleh kenaikan kecepatan angin di atas 25 knot.

Pemantauan siklon tropis 945 ini menyebabkan BMKG Mengimbau warga dari delapan wilayah untuk waspada pada 14 November. Kedelapan wilayah itu Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu, Jabar, Jateng, Jatim dan Yogya.

Sementara BMKG juga tetap mengimbau agar warga waspada bencana banjir pada tanggal 15 November. Beberapa wilayah diantaranya Aceh, Sumbar, Sumut, Jabar, Jateng, Bengkulu, DI Yogyakarta, dan juga masih Jawa Timur.

Kemudian hari ini, 16 November 2022, BMKG kembali mewaspadai terjadinya hidrometeorologi pada beberapa wilayah. Wilayah-wilayah tersebut adalah Bengkulu, Sumbar, Sumut, Banten, Jateng, Jabar, dan Jatim.

Beberapa wilayah terpantau keluar dari imbauan siap siapa BMKG. Namun, karena cuaca cenderung sulit diprediksi maka sebaiknya semua warga Indonesia tanpa terkecuali tetap siap siaga dan tidak menambah penyebab lingkungan sekitar mengalami kebanjiran.

8 Lokasi Siaga, 22 Lokasi Waspada Bencana Banjir Bandang

Sekarang tidak sulit untuk selalu update seputar ramalan dan imbauan dari BMKG. Anda dapat menemukan cuitan mereka di Twitter sehingga bisa segera waspada bencana banjir jika memang tinggal di beberapa wilayah yang kami sebutkan sebelumnya.

Pada dasarnya, peringatan bencana dari BMKG terbagi menjadi tiga, pertama awas, kedua siaga, dan ketiga waspada. Urutan yang kami sebutkan berdasarkan tingginya risiko. Ini artinya paling tinggi risikonya adalah status awas karena potensi gal negatifnya tinggi sekali.

Sementara untuk status kedua, yakni siaga adalah dimana tingkat kemungkinannya bisa rendah, sedang, maupun tinggi. Namun, potensi dampaknya ada pada kategori sedang hingga berat. Terakhir adalah status waspada, yakni paling rendah diantara dua lainnya.

BACA JUGA:  Melindungi Anak Dari Bahaya Internet

Waspada merupakan sebuah potensi bencana dengan tingkat rendah, sedang, dan tinggi. Untuk dampak yang dihasilkan dari waspada bencana banjir adalah kerusakan ringan, sedang, maupun berat.

Sebagai data lengkap, kami akan mengkategorikan beberapa wilayah Indonesia menghadapi kemungkinan hidrometeorologi. Beberapa wilayah tersebut dalam status siaga dan waspada. seperti:

Untuk status siaga, beberapa wilayah mesti segera bersiap. Di antaranya wilayah-wilayah tersebut adalah:

  1. Sumatera Utara
  2. Aceh
  3. DI Yogyakarta
  4. Bengkulu
  5. Sumatera Barat
  6. Jawa tengah
  7. Jawa Barat
  8. Jawa Timur

Selain delapan wilayah yang notabene telah kami sebutkan sebelumnya berstatus siaga, beberapa wilayah masih dalam status waspada. Simak wilayah-wilayah Indonesia waspada hidrometeorologi berikut:

  1. Papua
  2. Jambi
  3. Gorontalo
  4. Maluku Utara
  5. Sumatera Selatan
  6. Sulawesi Barat
  7. Sulawesi Selatan
  8. Lampung
  9. Sulawesi Tengah
  10. Kepulauan Bangka Belitung
  11. Sulawesi Utara
  12. Kepulauan Riau
  13. Kalimantan Utara
  14. DKI Jakarta
  15. Kalimantan Timur
  16. Banten
  17. Kalimantan Selatan
  18. Bali
  19. Kalimantan Tengah
  20. Nusa Tenggara Barat
  21. Kalimantan Barat
  22. Papua Barat

Dua puluh dua wilayah Indonesia di atas masih dalam status waspada bencana banjir berdasarkan update BMKG 14 November 2022 lalu. Status waspada bisa saja beralih menjadi siaga bahkan siaga bisa bergeser menjadi awas dengan berbagai faktor penyebab.

Alam Indonesia sudah rusak, padahal hutannya dapat dikatakan sebagai paru-paru dunia. Banjir terjadi bukan karena faktor alam, namun juga akibat ulah manusia serakah menebang pohon ilegal dan membuang sampah sembarangan, seperti ke sungai.

Akibatnya saat banjir datang maka permukaan air meluap dan mengenai pemukiman warga. Oleh sebab itu muncullah status waspada bencana banjir bagi berbagai wilayah yang sudah kami sebutkan sebelumnya.