Potensi-Hidrometeorologi-di-Cianjur-Masih-Diwaspadai-Sampai-2023

Potensi Hidrometeorologi di Cianjur Masih Diwaspadai Sampai 2023

Jawa Barat menjadi salah satu wilayah berpotensi bencana, salah satunya kemungkinan terjadinya hidrometeorologi di Cianjur dalam beberapa waktu ke depan. Curah hujan yang cenderung tinggi disertai kilat dan angin membuat bencana bisa mengancam kapan saja.

BMKG pusat telah menyebutkan sebanyak 9 provinsi, salah satunya Jawa Barat yang harus bersiap siaga hadapi banjir bandang. Bukan hanya banjir, namun kejadian tidak diinginkan seperti tanah longsor bahkan kekeringan juga bisa terjadi kapan saja di wilayah Jabar.

Total Bencana yang Melanda Cianjur

Sampai pertengahan November 2022, Cianjur mencatatkan sebanyak 365 bencana terjadi dimana sebanyak 566 rumah rusak dan 4 orang dinyatakan meninggal dunia. Potensi hidrometeorologi di Cianjur masih diprediksikan akan terjadi jika melihat curah hujan.

Akumulasi bencana tersebut terjadi sejak awal tahun 2022 sampai bulan ini. Empat orang meninggal, lima orang luka berat, sementara tujuh orang mengalami luka ringan. Sebanyak 209 orang bahkan telah mengungsi karena rumah mereka mengalami bencana alam.

Rudi Wibowo selaku Sekretaris BPBD Cianjur menyatakan sebanyak 3875 jiwa terkena dampak bencana yang terjadi. Dominasi bencana di Cianjur ini bukan banjir, melainkan pergerakan tanah atau longsor yang terjadi sebanyak 250 kejadian.

Banjir juga terjadi, namun jumlahnya lebih rendah, yakni sebanyak 83 kali. Sementara angin puting beliung terhitung sebanyak 27 kejadian. Berbagai fakta tersebut menjadi penguat hidrometeorologi di Cianjur memang merupakan ancaman serius bagi warga.

Rudi menyebutkan kerugian bukan hanya terkait korban jiwa. Sebanyak 51 rumah mengalami rusak berat. Sementara itu sebanyak 78 rumah alami kerusakan sedang, dan sisanya sebanyak 437 rumah mengalami rusak ringan.

BACA JUGA:  Peringatan Waspada Bencana Banjir BMKG ke Beberapa Provinsi

Rudi juga mengungkapkan telah mencatat sebanyak 5 kali kejadian gempa bumi semenjak awal tahun 2022. Sebanyak 711 hektare lahan pertanian alami kerusakan dan banjir telah merendam sebanyak 625 rumah selama satu tahun terakhir ini.

Yang tidak kalah merugikan lainnya adalah kerusakan di bidang infrastruktur. Sebanyak 18 jembatan rusak dan putus sementara 30 irigasi tidak kuat menahan debit air sehingga jebol tidak terkendali. Sampai sekarang hidrometeorologi di Cianjur tetap diwaspadai.

Hidrometeorologi di Cianjur Status Siaga Sampai Maret 2023

Siaga darurat bencana akhirnya dikeluarkan menanggapi betapa banyaknya kerusakan dan bencana yang terjadi di Cianjur. Tidak tanggung-tanggung, bahkan Rudi mengungkapkan bahwa status siaga bencana tersebut telah ditetapkan sampai Maret 2023 mendatang.

Terdapat dua landasan hukum sah yang menjadi bukti konkret status siaga tersebut. Di antaranya ada Keputusan Bupati Nomor 360 serta Keputusan Nomor 308 BPBD pada tahun 2022. Berbagai dokumen tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah Cianjur.

Landasan penetapan status siaga bencana tersebut tentunya dipicu oleh banyaknya bencana yang terjadi belakangan ini. Selain itu, ancaman hidrometeorologi di Cianjur juga turut diperkuat oleh prakiraan cuaca dari BMKG yang menyebutkan Cianjur dalam cuaca ekstrem.

Jika wilayah lain menetapkan kecamatan dan kelurahan mana saja yang akan terkena dampak bencana, lain halnya dengan salah satu wilayah Jawa Barat ini. Saking ekstremnya cuaca, banjir bandang dan bencana lainnya bisa terjadi pada daerah mana saja.

Untuk itu, warga diimbau untuk selalu waspada dan mempersiapkan diri. Sementara itu pemerintah juga turut mempersiapkan segala sesuatu untuk mengantisipasi terjadinya bencana. Antisipasi ini akan terus berlangsung sampai awal tahun 2023 mendatang.

Berkaca dari berbagai kejadian yang menimpa salah satu tanah Jawa Barat ini, seharusnya sudah banyak pihak kompeten turun tangan. Ancaman hidrometeorologi di Cianjur bukan hal sepele sehingga mesti mendapatkan perhatian semua pihak untuk mencari solusi.

BACA JUGA:  Wilayah Jawa Barat Berpotensi Hidrometeorologi Perlu Diwaspadai