Potensi-Hidrometeorologi-di-Rejang-Lebong-BPBD-Imbau-Warga-Waspada

Potensi Hidrometeorologi di Rejang Lebong, BPBD Imbau Warga Waspada

Ancaman hidrometeorologi di Rejang Lebong Bengkulu terus diperingatkan oleh BPBD setempat agar warga waspada ketika potensi buruk itu datang. BMKG beberapa waktu ke belakang menetapkan status siaga untuk 8 wilayah dan status waspada untuk 22 wilayah.

Lamaran cuaca BMKG akan selalu update setiap waktunya untuk membuat BPBD dan masyarakat siap siaga. Seperti diketahui, cuaca di Indonesia sudah tidak bisa ditebak lagi dan musim panas serta musim hujan cenderung tidak mengikuti aturan waktu lagi sekarang.

BPBD Bengkulu Waspadai Hidrometeorologi di Rejang Lebong

Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini membuat BPBD Bengkulu mengimbau warga untuk selalu siap siaga menghadapi hari yang buruk. Ancaman hidrometeorologi di Rejang Lebong, seperti banjir, tanah longsor, dan banjir bandang bisa terjadi saat musim hujan.

Peringatan tersebut secara langsung diberikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Rejang Lebong, Shalahudin pada 14 November 2022. Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi sampai saat ini masih mengancam Bengkulu, khususnya Rejang Lebong disertai petir dan angin.

Sampai 15 November kemarin, tidak ada kejadian mengkhawatirkan di Rejang Lebong. Namun, siap siaga tentu bukan hal sia-sia sebab apa yang diprediksikan BPBD merupakan ramalan berdasarkan fakta dan keilmuan pada bidangnya.

BPDB setempat telah berkoordinasi dengan aparat warga, seperti kepada desa dan sebagainya untuk melakukan evakuasi ketika dibutuhkan. Dengan begitu, diharapkan saat kemungkinan buruk hidrometeorologi di Rejang Lebong terjadi, semua sudah siap.

Tidak main-main, bahkan BPBD Bengkulu menyiapkan personel pusdalpos. Relawan BPBD sejumlah lima relawan di 156 desa dan kelurahan telah disiapkan untuk antisipasi bencana. Bukan hanya tenaga manusia, BPBD juga telah mempersiapkan berbagai peralatan khusus.

BACA JUGA:  Hidrometeorologi Masih Mengancam Jatim, Warga Diminta Siap Siaga

Mulai dari satu unit alat berat loader, mobil tangki, pelampung, mobil dapur umum, obat-obatan, dan juga logistik sudah disiapkan untuk menuju lokasi. Ketika kemungkinan buruk terjadi maka BPBD sudah memiliki banyak persiapan menghadapinya.

Gubernur Turut Memantau Kinerja BPBD Tangani Bencana

BPBD yang sudah siap siaga menghadapi ancaman hidrometeorologi di Rejang Lebong dan wilayah lainnya semakin lengkap dengan Gubernur Bengkulu yang siap siaga juga. Rohidin Mersyah selalu Gubernur Bengkulu mengimbau agar BPBD menyiapkan alat berat.

Alat berat tersebut tujuannya untuk mengatasi bencana tanah longsor pada beberapa titik potensial. Jalan putus dan banjir juga menjadi beberapa dampak yang ditimbulkan akibat tingginya curah hujan di wilayah Indonesia, terutama Rejang Lebong Bengkulu.

Bukan hanya mengimbau agar BPBD mempersiapkan alat berat, Rohidin juga meminta agar BPBD selalu waspada untuk mempersiapkan logistik pada beberapa prediksi lokasi bencana. Pesan Rohidin bukan hanya ditujukan bagi para ahli terbaik dari BPBD.

Rohidin juga mengimbau kepada seluruh warga Bengkulu tanpa terkecuali, terutama potensi hidrometeorologi di Rejang Lebong untuk lebih bersiap akan kemungkinan bencana alam. Apalagi cuaca beberapa hari terakhir ini cukup menguatkan akan terjadinya bencana banjir.

Hujan lebat masih akan terus terjadi pada beberapa wilayah Bengkulu dalam beberapa hari ke depan. Wilayah terdampak hujan intensitas lebat adalah Kota Bengkulu dan Bengkulu Tengah masuk kategori status siaga dari BPBD.

Kemudian Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Lebong, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Mukomuko, dan Kabupaten Seluma masuk status waspada. Semuanya harus bersiap siaga saat banjir datang dari curah hujan cukup ekstrem belakangan ini.

Siklon tropis juga menjadi salah satu penyebab potensi banjir, banjir bandang, jalan putus, dan tanah longsor terjadi. Prediksi hidrometeorologi di Rejang Lebong merupakan antisipasi untuk BPBD sendiri maupun warga sekitar lokasi.

BACA JUGA:  Jawa Tengah Terancam Hidrometeorologi Akibat Curah Hujan Tinggi