Wilayah-Siaga-Hidrometeorologi-di-Aceh-yang-Diwaspadai

Wilayah Siaga Hidrometeorologi di Aceh yang Diwaspadai

Kemungkinan bencana hidrometeorologi di Aceh terus diwaspadai oleh BMKG sehingga warga setempat diminta selalu bersiap siaga. Menghadapi musim penghujan yang tidak menentu membuat BMKG dan BPBD bekerja keras mengantisipasi terjadinya bencana.

Banjir bandang, tanah longsor, banjir biasa, maupun jalan putus menjadi sebuah akibat dari dampak cuaca ekstrem belakangan ini. Aceh menjadi salah satu wilayah di Pulau Sumatera yang harus berhati-hati selama musim hujan dan cuaca dingin masih belum stabil.

Wilayah Siaga dan Waspada di Serambi Mekkah

Siaga bencana terutama di Serambi Mekah menghadapi musim hujan dengan curah cukup tinggi tidak main-main. Ancaman hidrometeorologi di Aceh bisa terjadi kapan saja, terutama yang ditegaskan BPBD adalah beberapa wilayah tertentu.

BPBD membagi beberapa status siaga dan waspada terhadap daerah-daerah Serambi Mekkah. Untuk wilayah siaga sendiri terbagi menjadi bagian Barat, Aceh Jaya, Nagan Raya, Gayo Lues, Tamiang, bagian Timur, wilayah Tenggara, dan Aceh Barat Daya.

Masih ada lagi status siaga ternyata diterapkan pada wilayah Subulussalam, Singkil, dan juga wilayah sebelah Selatan. Sementara itu, BPBD juga menyebutkan beberapa wilayah masih dalam status waspada, seperti Banda Aceh, Sabang, Aceh Besar, Pidie, dan Pidie Jaya.

Wilayah waspada juga berlaku untuk bagian Utara, Lhokseumawe, Simeulue, bagian Tengah, dan terakhir untuk wilayah Bener Meriah. Beberapa wilayah waspada hidrometeorologi di Aceh tersebut harus mempersiapkan diri agar tidak memiliki dampak negatif terlalu banyak.

Hujan lebat dan angin kencang yang berpotensi menyebabkan tanah longsor masih harus diwaspadai dalam beberapa hari ke depan. Imbauan BMKG ini berlaku sejak 13 November sampai 22 November 2022 nanti.

BACA JUGA:  Yogyakarta Waspada Hidrometeorologi Imbauan BPBD Harus Dipatuhi

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas Satu Sultan Iskandar Muda menyampaikan hasil pemantauan dari ketinggian 3000 kaki. Berdasarkan pemantauan tersebut ditemukan hasil beberapa daerah yang berpotensi mengalami sirkulasi siklonik.

Pertemuan angin dari wilayah Timur dengan seluruh wilayah Serambi Mekah menjadi salah satu penyebab kemungkinan hidrometeorologi di Aceh bisa terjadi kapan saja. Sampai saat ini jika terjadi hujan lebat, petir, disertai angin kencang maka warga harus waspada total.

Upaya BMKG Mengantisipasi Hidrometeorologi di Aceh

Menanggapi ramalan BMKG soal potensi terjadinya bencana di bagian Utara Serambi Mekkah, maka BPBD setempat meningkatkan mitigasi untuk pencegahan dampak kerugian terlalu besar. Mulyadi sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan mulai siaga.

Lebih lanjut Mulyadi mengatakan bahwa potensi hidrometeorologi pada kawasan Serambi Mekkah ini dapat dipicu oleh beberapa hal. Sementara itu bentuk nyatanya adalah banjir bandang, tanah longsor, kekeringan, angin topan, angin kencang, dan banyak lagi jenisnya.

Mulyani juga menegaskan kepada para warga, terutama pada wilayah Utara Serambi Mekkah untuk selalu waspada. BMKG dan BPBD telah mengantisipasi hidrometeorologi di Aceh sejak 13 November, tinggal warganya mengikuti arahan dan jangan panik.

Selain mempersiapkan penyelamatan terhadap harta benda dan nyawa, Mulyadi mengimbau agar warga banyak berdoa kepada Allah SWT. Tindakan pencegahan dan sosialisasi BPBD Utara Serambi Mekkah sangat maksimal.

Apa yang mereka pahami dan pantau segera diinformasikan melalui berbagai kanal media sosial. Anda bahkan dapat memantau perkembangannya melalui Facebook, Twitter, Instagram, dan sesekali BPBD mengirimkan pesan melalui WhatsApp.

BMKG setempat bahkan sampai menyurati para pejabat berwenang di sekitar lokasi berpotensi bencana. Mereka secara maksimal meminta bantuan semua pihak, terutama yang memiliki kekuasaan untuk mengkoordinir warganya agar selamat.

BACA JUGA:  Hidrometeorologi Mengancam Bukittinggi, BPBD Minta Warga Waspada

Bencana apapun sampai detik ini tidak terjadi di Aceh dan semoga seterusnya demikian. Namun, dalam beberapa kondisi, ancaman hidrometeorologi di Aceh tetap perlu diwaspadai.